Arang kubus untuk shisha: Proses produksi dan standar kualitas

Arang shisha kubus adalah salah satu produk biomassa yang dihasilkan melalui pemanasan bahan organik seperti tempurung kelapa atau kayu dalam lingkungan dengan kadar oksigen rendah. Proses ini menghasilkan arang padat yang mampu mempertahankan panas dalam waktu lama, sehingga cocok digunakan sebagai sumber panas alternatif dalam berbagai aplikasi industri.

Di bidang industri, istilah “arang kubus untuk shisha” digunakan sebagai istilah teknis yang merujuk pada arang yang dibentuk dalam bentuk kubus dengan ukuran standar, yang merupakan deskripsi bentuk dan karakteristik teknis, bukan ajakan untuk menggunakan shisha. Jenis ini dirancang agar padat, kuat, dan memiliki waktu pembakaran yang stabil sehingga cocok untuk berbagai penggunaan termal.

Perannya tidak terbatas pada satu bidang saja, karena batu bara kubus digunakan di berbagai sektor seperti memasak yang membutuhkan panas yang seimbang, pemanasan di laboratorium, kompor portabel, serta aplikasi termal industri. Berkat stabilitasnya dan sedikitnya abunya, batu bara kubus menjadi salah satu produk yang semakin diminati di pasar energi alternatif global.

Apa yang dimaksud dengan arang kubus khusus untuk shisha?

Arang kubus adalah arang yang dibentuk dalam bentuk kubus dengan ukuran standar yang biasanya berkisar antara 20–27 mm. Bentuk ini dipilih untuk memastikan distribusi panas yang merata, kemudahan pengaturan, dan ketahanan selama pengangkutan.

Bahan baku biasanya diambil dari tempurung kelapa karena sifatnya yang keras dan kemampuannya menghasilkan arang berkualitas tinggi dengan sedikit abu. Beberapa pabrik juga menggunakan jenis kayu legal atau biomassa lain yang dikeringkan dengan baik.

Bentuk kubus membantu mencapai suhu yang stabil, kemudahan pengaturan, dan efisiensi tinggi dalam penggunaan teknis atau memasak.

Proses produksi arang kubus

Arang shisha berbentuk kubus

Sebelum arang kubus mendapatkan bentuknya yang padat dan seragam serta kualitasnya yang stabil seperti yang dikenal di pasaran, produk ini melalui beberapa tahap produksi yang panjang. Setiap langkah, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap pengeringan akhir, sangat memengaruhi kinerja arang saat digunakan. Oleh karena itu, produsen harus mengikuti proses produksi yang ketat untuk memastikan hasil akhir memenuhi standar industri biomassa.

1. Pengumpulan dan pemilihan bahan baku

Bahan baku seperti tempurung kelapa dipilih agar kering, bersih, dan bebas dari kontaminan. Kualitas bahan baku sangat memengaruhi kualitas arang akhir, sehingga dilakukan proses seleksi yang cermat untuk memastikan produksi arang yang lebih padat, stabil, dan memiliki kadar abu yang rendah.

2. Karbonisasi / Pembakaran bertahap

Bahan baku dipanaskan dalam tungku tertutup dengan sedikit oksigen hingga berubah menjadi arang. Proses bertahap ini menghasilkan arang yang padat dan sedikit residu. Suhu juga dikontrol secara teratur untuk memastikan pembakaran yang merata, mengurangi asap, dan menghasilkan arang dengan struktur yang kuat dan warna yang lebih seragam.

3. Penggilingan, pencampuran, dan pembentukan

Arang yang dihasilkan digiling menjadi bubuk halus, kemudian dicampur dengan air dan bahan pengikat alami seperti tepung tapioka. Setelah itu, campuran tersebut dipadatkan menggunakan mesin bertekanan tinggi untuk membentuk kubus.
Pada tahap ini, kepadatan dan tekanan merupakan faktor utama untuk memastikan bahwa setiap kubus memiliki bentuk yang seragam, tidak mudah pecah, dan mampu memberikan waktu pembakaran yang stabil dan seimbang.

4. Pengeringan

Batu bara berbentuk kubus dikeringkan dalam oven industri untuk mengurangi tingkat kelembapan. Proses pengeringan yang baik menghasilkan batu bara yang lebih kuat dan kurang rentan terhadap retakan. Pengendalian suhu dan durasi pengeringan juga penting untuk memastikan setiap sisi kubus kering, mencegah jamur akibat kelembapan, dan meningkatkan kinerja pembakaran dalam berbagai aplikasi teknis.

5. Standar pabrik

Sebelum dikemas, arang diperiksa berdasarkan beberapa kriteria seperti daya tahan, kadar abu, dan durasi pembakaran. Hanya batu bara yang padat dan stabil yang diterima. Selain itu, beberapa pabrik memeriksa ukuran, warna, dan tingkat kepadatan untuk memastikan keseragaman setiap kubus. Pengujian ini memastikan bahwa produk aman dan memenuhi standar industri, serta siap digunakan dalam berbagai aplikasi pemanas.

Standar kualitas batu bara batok untuk penggunaan industri

Arang shisha berbentuk kubus

Setelah melalui proses produksi yang panjang, arang kubus harus memenuhi serangkaian standar kualitas sebelum digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Standar ini bertujuan untuk memastikan bahwa arang memiliki kinerja pembakaran yang stabil dan aman serta sesuai dengan persyaratan teknis yang disetujui. Oleh karena itu, penilaian kualitas tidak hanya didasarkan pada penampilan luar, tetapi juga mencakup komposisi, durasi pembakaran, dan tingkat kebersihan residu yang dihasilkan.

1. Persentase abu

Arang berkualitas tinggi memiliki kandungan abu yang rendah. Semakin rendah kandungan abunya, semakin bersih pembakaran arang tersebut. Kandungan abu yang rendah juga membantu menjaga stabilitas suhu dan mengurangi kebutuhan pembersihan, sehingga membuatnya lebih efisien untuk berbagai penggunaan industri.

2. Ketahanan terhadap panas

Arang harus mampu menghasilkan panas yang stabil dalam waktu lama tanpa hancur. Ketahanan panas yang baik membantu pembakaran yang lebih stabil dan mencegah arang cepat padam, serta tetap utuh bahkan saat digunakan dalam waktu lama untuk berbagai proses pemanasan.

3. Durasi pembakaran

Produk berkualitas tinggi memiliki waktu pembakaran yang lama, yang ditentukan oleh kepadatan dan kualitas bahan baku. Waktu pembakaran yang lebih lama menghasilkan penggunaan yang lebih efisien, penghematan jumlah arang, dan pemeliharaan suhu yang stabil tanpa perlu penggantian terus-menerus.

4. Bebas dari bahan kimia berbahaya

Arang yang baik harus bebas dari bahan tambahan seperti pewangi atau bahan kimia industri, sehingga lebih aman sebagai sumber panas. Arang murni membantu mencapai pembakaran yang stabil tanpa bau aneh, serta mengurangi risiko residu yang dapat memengaruhi kualitas penggunaan.

5. Sertifikat

Beberapa produsen mematuhi standar seperti ISO atau melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan tingkat emisi dan kualitas batu bara sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sertifikat ini merupakan bukti bahwa proses produksi dilakukan secara teratur dan aman serta sesuai dengan standar internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap kualitas dan keamanan produk.

Keselamatan dan dampak lingkungan

Industri batubara harus mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan untuk mengurangi dampak lingkungannya.

  1. Sumber bahan baku yang berkelanjutan
    Penggunaan tempurung kelapa atau kayu legal menjaga alam dan mengurangi penebangan pohon.

  2. Dampak lingkungan
    Produksi batu bara dapat menimbulkan polusi jika tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu pabrik-pabrik modern menggunakan sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi emisi.

  3. Penggunaan limbah biomassa
    Penggunaan tempurung kelapa berkontribusi dalam mengurangi limbah pertanian dan meningkatkan nilai ekonomi.

  4. Kesadaran akan keselamatan
    Arang harus digunakan di tempat yang berventilasi baik untuk mengurangi paparan asap.

Keragaman produk arang kubus di pasar

Batu bara kubus tersedia dalam berbagai ukuran, seperti 20 mm, 22 mm, 25 mm, dan 27 mm. Ukuran batu bara mempengaruhi durasi pembakaran dan jumlah panas yang dihasilkan.

Biasanya, arang dari tempurung kelapa memiliki kepadatan yang lebih tinggi, waktu pembakaran yang lebih lama, dan abu yang lebih sedikit dibandingkan dengan arang yang terbuat dari kayu.

Tips untuk memilih arang berkualitas tinggi

  • Perhatian terhadap ketahanan

  • Verifikasi sertifikat

  • Hindari arang yang mengandung bahan tambahan buatan.

  • Simpan di tempat yang kering dan tertutup.

Tren Industri Arang Kubus

  1. Permintaan global yang terus meningkat
    Kebutuhan akan sumber energi yang bersih dan lebih berkelanjutan semakin meningkat.

  2. Ekspor dari Indonesia
    Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar tempurung kelapa di dunia.

  3. Inovasi
    Pengembangan arang dengan emisi rendah dan kepadatan lebih tinggi serta proses produksi yang ramah lingkungan.

Ringkasan

Arang kubus, termasuk arang shisha kubus, merupakan produk biomassa padat dan stabil yang cocok untuk berbagai industri. Standar seperti kandungan abu yang rendah, waktu pembakaran yang lama, dan keamanan bahan baku secara lang/sung memengaruhi kualitas produk dan kinerjanya. Indobrikets Tbk adalah salah satu produsen yang fokus pada standar-standar ini untuk memastikan kualitas yang tinggi dan stabil.

Dengan mengandalkan bahan baku yang berkelanjutan dan proses produksi yang terkontrol, industri batubara memiliki peluang ekonomi yang besar, terutama di negara-negara yang kaya akan biomassa seperti Indonesia, sehingga batubara kubus menjadi produk bernilai tinggi di pasar global.

Similar Posts